DOMPU – Voicemuslim.com – Suasana khidmat bercampur gelak tawa mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Baabussalam, Desa Nowa, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, Rabu (9/9/2026) malam. Kehadiran dua da’i kondang daerah berhasil membangkitkan semangat ratusan jamaah yang memadati lokasi hingga akhir acara.
Acara yang digagas oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Baabussalam bersama Pemerintah Desa Nowa ini sengaja menyandingkan dua penceramah ternama, yakni Ustadz Zainuddin My, S.Pd.I. dan Ustadz Muhammad Taqiyuddin, S.Pd.I. Kolaborasi keduanya sukses menyajikan santapan rohani yang segar, edukatif, sekaligus menyentuh hati.
Tampil di sesi pertama, Ustadz Zainuddin membuka ceramah dengan gaya komunikasi humoris yang langsung mencairkan suasana. Tanpa mengurangi bobot materi, kelakar segarnya berhasil memikat perhatian jemaah saat mengupas tuntas betapa besarnya cinta Rasulullah SAW kepada umatnya.

“Saat hendak mengakhiri nafas terakhirnya, Nabi Muhammad SAW masih sangat mengkhawatikan nasib kita. Pertanyaannya, sudah sejauh mana kita menunjukkan rasa cinta balik kepada Baginda Nabi?” ucap Ustadz Zainuddin memantik perenungan mendalam para jemaah.
Ia juga mengajak jemaah membayangkan peristiwa di Padang Mahsyar, di mana para nabi besar merasa malu dan sungkan memohon keringanan atas teriknya matahari, kecuali Nabi Muhammad SAW yang berdiri mendoakan keselamatan umatnya.
Antusiasme jemaah semakin memuncak ketika Ustadz Muhammad Taqiyuddin naik ke mimbar pada sesi kedua. Ia memperkaya wawasan jamaah dengan memaparkan rentetan peristiwa ajaib yang mengiringi kelahiran hingga mengangkat Nabi Muhammad SAW sebagai rasul.
“Saat Nabi lahir, patung-patung sesembahan di Makkah—khususnya di dalam Ka’bah—roboh seketika, dan api sesembahan kaum Majusi di Persia yang tak pernah padam tiba-tiba padam. Itu adalah pesan bahwa kebenaran telah datang,” pangkas Ustadz Taqiyuddin.
Menutup ceramahnya, ia menegaskan bahwa seluruh rekam jejak dakwah Nabi senantiasa dibalut dengan kedamaian dan kasih sayang tanpa kekerasan.
“Jika kita sungguh-sungguh mengaku sebagai pengikut Nabi, maka tugas kita adalah menampilkan wajah Islam yang ramah, damai, dan menjadi rahmat bagi semesta alam ( rahmatan lil ‘alamin ),” tegasnya.











