Site icon VOICEMUSLIM

Edukasi Bahaya Bullying dan “Playing Victim” Warnai Upacara Bendera di MIS Attaqwa Wawonduru

DOMPU – Voicemuslim.com – Pelaksanaan upacara bendera di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Attaqwa, Desa Wawonduru, pada Senin (7/9/2026) terasa sedikit berbeda dari biasanya. Kebijakan madrasah baru yang menggilir tugas pembina upacara kepada seluruh tenaga pendidik membawa warna baru dalam representasi amanat.

Kali ini, kesempatan diberikan kepada Efendy, S.Pd., guru olahraga berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) di MIS Attaqwa. Menariknya, dalam amanatnya kali ini ia mengangkat isu krusial yang sering terjadi di lingkungan pendidikan, yakni “Hentikan Perundungan dan Jangan Berlaga Menjadi Korban”.

Dalam pemaparannya, Efendy menjelaskan bahwa praktik perundungan ( bullying ) merupakan tindakan yang sangat merugikan.

“Anak-anakku, mengganggu teman, baik melalui ucapan maupun perbuatan, adalah sesuatu yang sangat berbahaya bagi kebaikan masa depan bersama,” jelasnya di hadapan para siswa.

Lebih lanjut, ia mengedukasi siswa mengenai dampak psikologis yang dialami oleh korban perundungan. Siswa yang menjadi korban bisa mengalami stres, menjadi temperamental, kehilangan semangat belajar, hingga enggan berangkat ke sekolah.

“Pelaku mungkin akan menganggap ini candaan biasa, atau menyebut korbannya cengeng. Padahal, dampak psikologisnya sangat besar,” lanjut Efendy.

Persoalan kedua yang menjadi sorotan utama Efendy adalah bermain sebagai korban , yakni kondisi di mana seseorang yang sebenarnya adalah pelaku justru berpura-pura menjadi korban. Menurutnya, kebiasaan memutarbalikkan fakta ini adalah masalah serius berikutnya setelah seseorang mengganggu temannya.

“Sebagai warga madrasah dengan prinsip-prinsip Islam yang melekat, kita harus menghindari perilaku ini. Jika memang berbuat salah atau mengganggu teman, sebaiknya jujur. Jangan memutarbalikkan fakta hanya untuk mendapatkan posisi aman,” terangnya tegas.

Menutup amanatnya, Efendy mengajak seluruh warga sekolah untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang kondusif.

“Ayo, saya mengajak kita semua untuk tidak mengganggu teman, baik dengan ucapan maupun perbuatan. Mari kita ciptakan kondisi madrasah yang sehat, tanpa bullying dan tanpa sikap menjadi korban ,” tutupnya.

Jurnalis : Agus Suratman

Editor : Muhammad Syaiful

Exit mobile version